Bunda,
ingin kubermanja dalam pangkuanmu detik ini.
Menghapus
resahku, menyejukkan kembali hatiku, menyabarkanku, meninggikan asa yang ingin
kucapai dengan mengecilkan segala problema yang menyarang.
Bunda,
sungguh... takkan pernah kulupa nasihatmu,
apalagi
ketika kutemui kerikil kecil seperti yang kuhadapi sekarang.
Dan
sekali lagi, aku rindu saat-saat seperti ini... denganmu tentu, di
sisiku.
Bunda, aku yakin kau selalu sedia untukku...
Berusaha menjadi sosok yang tegar dan baru,
Sebab jauh darimu...
Bunda, kutitipkan rinduku untukmu pada wajah malam.
Semoga Allah mencukupkan kita dengan hidayah-Nya, hingga kita tak peduli lagi
dengan peluh di dahi.
Sebab inilah kenikmatan,
Bunda... kutahu kaupun selalu berusaha menepis lelah dengan keyakinan kita sebagai hamba.
Sama seperti yang kaubisikkan dulu padaku,
ketika masa-masa sulit pun berlalu dengan sangat manis.
Hehehe... sebenarnya aku lagi menghibur diri neh, bunda.
Namun, apalah hidup tanpa sebuah keyakinan?!
Sebab, tanpa keyakinan itu...
Bisa saja kulepas keyakinan itu, namun...
Biarkan aku untuk tidak berharap pada apa pun kini, bunda.
Semoga aku lebih dewasa, dan menjadi mawar yang kokoh seperti harapanmu...
Sebab aku pun masih bidadari kesayangan ayah.
Lihatlah
bunda, aku masih seperti dulu...
menjadi
bunga mawarmu yang kokoh dengan duri-duri.
ketika
ujian mencoba mencabik diriku di tengah belantara usiaku.
maaf bila
sedikit mengkhuatirkanmu.
bisa saja
ku mudah terhempas, lemah, rapuh, hingga sunyi di keterasingan sendiri.
yang
terjadi padaku lebih mengerikan daripada itu.
Hehehe...
lega neh, bunda.
sampai
kapanpun.
Dari
anakmu,
semoga
Allah selalu menjagamu untukku...
SUMBER
& LIKE PAGE INI :

No comments:
Post a Comment